KUTAMBAHKAN HARI INI

KUTAMBAHKAN HARI INI

.

kutambahkan hari ini dalam jiwaku
sebuah rangkaian kata yang sedari dulu
telah kupintal dan kujadikan selembar pujian
yang kan ku berikan jika kita di dalam kedamaian

.

satu-persatu dulu bait kususun
entah berapa banyak yang terbuang dalam lembaran
kadang kuambil kembali dari tumpukan
namun akhirnya kulihat di dalamnya impian

.

Seorang lelaki yang terus saja bermimpi
dan tertuang dari jari ke pena menari
tergores hitam di atas lembaran suci
kucoba tuangkan hati dari hari ke hari

.

jiwa ini ingin sembunyi
entah karna diri ini yang kecil atau tiada arti
namun kuingin beri apa yang paling berarti
kuingin rangkai apa yang paling surgawi

.

Kutambahkan hari ini dalam diri
kurampungkan semua ini dalam tiga tanda titik
karna ku tak tahu apakah aku benar-benar berhenti
namun kuharap ada kelanjutannya nanti

.

hanya ini yang kuberi
hanya ini yang kurangkai
jikalau kau mau memberi
berikan senyummu waktu kau baca ini

.

Kang Danu

Batam.Office.20070906.09:21

KALAU KONDOM FIESTA BERAPA?

KALAU KONDOM FIESTA BERAPA?

.

“mbak, sekalian kondomnya satu. Kalau Kondom Fiesta berapa?”

“Kalau yang ini Rp. 4.500. Isinya tiga.”

 “Kalau yang Durex berapa?”  

“Oh…kalau yang ini sekitar 15-an. Sutra-nya juga.”  

“Ya dah, aku ambil yang Fiesta Mint saja.

.

Kira-kira seperti itulah transaksi jual-beli yang kulakukan beberapa minggu yang lalu sewaktu pergi ke apotek Al-Nurul yang tidak jauh dari kantorku untuk membeli Madu Rasa dan Redoxon. Bonus point-nya…beli kondom Fiesta dengan aroma (rasa??) mint gitchu.

.

Bukan untukku sendiri sih aku beli nih sarung sang dedek kecil yang beberapa bulan kemarin sempat menggegerkan bumi Balipapan dan Samarinda ini karena munculnya wacana ATM Kodom. Aku beli kondom tersebut karena temanku yang merengek-rengek minta dibelikan di apotek dan dia malu untuk membeli sendiri dan malu juga untuk minta orang lain untuk membelikannya barang tersebut. Tapi, dia tidak malu untuk minta tolong ke aku…hahaha, mungkin dia pikir karena aku juga sama gilanya  dengan dia. Dikarenakan dia mendesak terus, yah akhirnya aku menyerah juga dan kubelikan dia sarung plastik tersebut.

.

Sini, Rp. 10.000, paling dah dapet.”

.

Lagian cuma beli kondom kok, what’s the big deal about it anyway??!! .  Di apotek ini ada 3 merk kondom yang kulihat. Kondom Fiesta yang mengedepankan pilihan rasa, Kondom Sutra yang di klaim entah berapa kali telah menyelamatkan hidup anda, dan Kondom Durex yang….iklannya bilang apa sih?? Lupa jé. Tapi, jikapun anda mencari kondom jenis khusus seperti halnya kondom getar, kondom musikal yang “bernyanyi” sesuai dengan ketukan nada dedek kecil-nya, kondom yang menyala dalam gelap (sangat cocok untuk daerah kalimantan ini yang sering mati lampu), kondom ulir, kondom landak yang katanya mengelitik, kondom bergerigi dan lain sebagainya pastilah tidak terdapat di apotek Al-Nurul ini. Adanya di gerai khusus atau yang lebih terkenal dengan SEX SHOP atau cukup dengan mengikuti jari tangan untuk meng-scanning baris-baris iklan barang-barang hot di koran-koran yang cenderung juga hot.

.

Menurut survey yan dilakukan oleh PT Rajawali Nursindo, perusahaan yang mengembang berbagai variasi bentuk kondom, menunjukkan bahwa sebagian besar ibu-ibu yang disurvey cenderung menyukai dan ingin mencoba kondom bergerigi. Efeknya juga sama untuk sang suami karena konturnya yang menimbulkan sensasi seperti tidak pakai jaket latek ini. Makanya, tidak usah malu untuk beli kondom jika anda tidak tahan kebelet ingin beruhuk-uhuk, tapi masih sempet mikirin aman-nya.

.

Inilah masalahnya, aku sudah berdiri di depan kasir lama untuk membawa pulang 1 tube Redoxon, 2 shacet Madu Rasa, dan sekotak kecil Kondom Fiesta rasa Mint isi 3. Tapi…kok ‘mbaknya kelihatannya masih sibuk mencari sesuatu. Menit-menit berlalu dan akhirnya ‘mbak-nya datang juga. Ditangan kirinya ada satu tas plastik berwarna susu transparant berisikan barang-barang yang kubeli. Di tangan satunya tertenteng plastik hitam yang kelihatan banget bekas bungkus sesuatu karena kusut acak adut. Didepanku dia memasukkan tas plastik transparant tersebut ke dalam tas plastik hitam yang dia bawa. Nah..!!! baru ‘ngeh akunya, ternyata dia lama dibelakang bolak-balik ke depan cuma untuk mencari plastik hitam agar barang-barang yang kubeli (baca: kondom Fiesta rasa Mint isi 3) tersebut tidak akan terlihat oleh orang lain waktu aku berjalan keluar. Aku mah Cuma tersenyum sambil bilang … .  “Oh…biar ‘ndak kelihatan tho ‘mbak. Malu po ‘mbak?” dia cuma tersenyum malu-malu saja mendengarkan pertanyaanku. Ya kubalas lagi… “Lho…seharusnya yang malu itu aku tho ‘mbak, yang beli khan aku…” .  WAKAKAKA…nah inilah yang biasanya terjadi khan?? Kita kadang malu terhadap apa yang tidak kita lakukan. Itu masih mending. Banyak juga diantara kita yang tidak punya rasa malu walaupun sudah berbuat yang memalukan di ranah masyarakat. Ini bukan konteks-nya bahwa aku tidak punya rasa malu karena masalah beli kondom itu, tapi karena aku merasa tidak berbuat salah, kenapa juga malu?? Lihat saja sendiri, banyak orang entah dari golongan kecil ataupun para penggedé yang terang terangan mempermainkan negara ini dan tetap saja mereka tidak punya rasa malu sama sekali. Mereka masih saja berjalan dengan dada membusung dan kepala tegap menyongsong dunia diantara yang tertunduk sekedar mencari butira-buliran beras yang tercecer dari pundi-pundi mereka. Bahkan jelas jelas kayaknya merasa bangga karena diliput diada henti…sekedar promosi diri gratis dan siapa tahu nebeng rejeki nanti sekeluarnya dari penjara…syukur syukur nerbitin buku pengalaman di dalam jeruji besi.  Parahnya lagi, banyak mereka tidak sadar atau bahkan cenderung tidak mau sadar jika mereka telah berbuat kesalahan dengan mengatasnamakan kesejahteraan hajat orang banyak…sebanyak kelompok atau sebanyak kumpulan beberapa kelompok. Siapa yang akhirnya malu? Masyarakat umum yang mengelus dada dan merasa malu karena negaranya dimasukkan ke dalam daftar negara-negara terkorup di dunia. Namun, tidak dipungkiri juga jika banyak yang masih berjalan di jalur yang benar dan berusaha sekuat tenaga untuk kesejahteraan negara. Yaa…silahkan dinilai sendiri keadaan bangsa kita sekarang. Masih untung bagi mereka yang bisa merasa malu atas kesalahan dan kejelekan yang ada, karena dari situ muncul kesadaran untuk berbuat yang baik dan bertindak yang benar sehingga nantinya tidak malu-maluin.

.

Syukurlah jika ‘mbaknya tahu jika orang dengan usia-usia segini, dan malam minggu lagééé, beli kondom cuman untuk main-main, dan dianya kepikiran juga untuk tidak main-main dengan kondom karena takut jadi malu nantinya. Jadi, malu itu juga ada gunanya khan…? Hehehe. Aku juga tidak malu-malu nulis masalah ini. Ngapain juga malu kalau kamu udah berbuat bener??..lha wong ‘mbak-nya khan juga cuman jualan, aku yo cuman beli. Syukurin aja temenku yang sempat kebingungan kemarin karena ceweknya munta-muntah…eh ternyata cuman masuk angin saja. Hahaha ..

.

“Eh, nota-nya ya ‘mbak, karena ini cuman titipan jé…’”

.

Kang Danu

Samarinda.Kost.20060609.09:35

 

KUTAMBAHKAN HARI INI

KUTAMBAHKAN HARI INI

.

kutambahkan hari ini dalam jiwaku
sebuah rangkaian kata yang sedari dulu
telah kupintal dan kujadikan selembar pujian
yang kan ku berikan jika kita di dalam kedamaian

.

satu-persatu dulu bait kususun
entah berapa banyak yang terbuang dalam lembaran
kadang kuambil kembali dari tumpukan
namun akhirnya kulihat di dalamnya impian

.

Seorang lelaki yang terus saja bermimpi
dan tertuang dari jari ke pena menari
tergores hitam di atas lembaran suci
kucoba tuangkan hati dari hari ke hari

.

jiwa ini ingin sembunyi
entah karna diri ini yang kecil atau tiada arti
namun kuingin beri apa yang paling berarti
kuingin rangkai apa yang paling surgawi

.

Kutambahkan hari ini dalam diri
kurampungkan semua ini dalam tiga tanda titik
karna ku tak tahu apakah aku benar-benar berhenti
namun kuharap ada kelanjutannya nanti

.

hanya ini yang kuberi
hanya ini yang kurangkai
jikalau kau mau memberi
berikan senyummu waktu kau baca ini

.

.

Danu

Batam.Office.06.09.07.09:21

LET ME PRAY WITH ME

LET ME PRAY WITH ME
.
Holding my breath and release it slow
A piece of my soul is counting my mind down
Just a mind that I need to put in a bow
And start to read the piles of words in the row
.
A bird is singing up above me
Hiding under the leaves from the breeze
As a voice speaks through inside of me
And gentle release me under this tree
.
I am lost, yet I am happy
I am wandering, yet I am creating
I am resisting, yet I am surrendering
I am not me, yet I am a self to be
.
Far from sounds
Far from view
Far from whatever it might be
I am here just for me
.
Holding my breath and release it slow
Let me speak from the deep of my soul
Be me and let it be only me
As I try to speak with Whom I see inside of me
.
.
Kang Danu
Batam.Office.20120603.10:03