MENJIPLAK

IMPRINTING CANNOT BE FORGOTTEN
.
Berapa kali anda melihat tulisan-tulisan motivasi dimana ada perbedaan antara Boss dan Leader dimana di gambarnya Boss digambarkan banyak memerintah dan mereka diam di korsi naman mereka. Sedangkan leader adalah sosok dimana mereka di depan dan memberi contoh serta bagaimana seharunya sebuah pekerjaan dilakukan dengan benar. Leader memberi contoh dengan harapan anak buahnya akan mengikuti. Mengikuti sesuai dengan standar yang diiginkan. Walaupun bukan seorang leader secara jabatan, rasanya masing masing kita dalam kehidupan sehari-hari mencoba menjadi seorang leader.

.

Tak lama berselang seorang temanku menceritakan suatu kejadian di rumahnya. Sepulang dari kantor, seperti biasa dia bermain dengan anaknya. Cakap punya cakap tiba-tiba anaknya yang masih kecil tersebut mengucapkan sebuah kata yang menurut dia cukup mengejutkan karena dia merasa tidak pernah mengucapkan kata tersebut. Setelah dikonfirmasikan ke istrinya, ternyata istrinya juga tidak pernah mengucapkan kata tersebut di depan anaknya…alih-alih kedua orang tua ini akhirnya mengambil kesimpulan bahwa anaknya telah mengadopsi satu kata tersebut dari lingkungannya dimana kalau siang hari kadang anak itu bermain dengan anak-anak tetangganya waktu dititipkan.
.
Dan cerita seperti itu bukanlah kali pertama kudengar, dimana anak-anak mengadopsi kata, perbuatan ataupun pikiran baru dimana sang orang tua merasa tidak pernah mengajarkan hal tersebut, terlepas dari apa yang diadopsi adalah hal yang baik maupun buruk. Nah…kalau buruk itulah yang jadi masalahnya karena anak masih dalam proses penyerapan yang cukup cepat pada hal-hal baru seperti halnya kasus anak balita yang ngerokok ‘nlempus habis-habisan…dan konyolnya orang sekitar malah mengdorong kebiasaan tersebut baik langsung maupun tidak langsung. Dilain sisi, sang anakpun belum memiliki kecakapan yang tinggi untuk membedakan mana yang baik dan mana yang benar.
.
Terlepas juga dari kasusnya yang terjadi pada anak kecil, Konrad Lorenz (1903 – 1989) adalah orang pertama yang menyelidiki sebuah proses pembelajaran yang kemudian dikenal dengan istilah IMPRINTING. Dia juga dikenal sebagai salah satu bapak ethimology (suatu komparatif study dari perilaku binatang dalam kondisi nyata). Pengamatannya dimulai dengan Bebek dan Angsa. Konrad menyadari bahwa jenis unggas secara cepat menjadi terikat dengan induknya setelah menetas, tapi kasusnya bisa juga terjadi sama persis dengan “orang tuang angkat” jika tidak ada induknya disana saat menetas. Phenomena keterikatan unggas pada benda bergerak yang pertama kali mereka lihat inilah yang akhirnya disebut dengan proses IMPRINTING atau MENIRU. Bahkan dalam penyelidikannya, dia pernah mengkondisikan dirinya sebagai orang tua angkat dari Bebek dan Angsa yang baru saja menetas.

.
Yang membedakan antara proses Imprinting (meniru) dan Learning (pembelajaran) adalah imprinting terjadi hanya pada periode tertentu perkembangan binatang tersebut yang disebut dengan “CRITICAL PERIOD” . Tidak seperti Learning (pembelajaran), proses imprinting berlaku bebas dari proses perilaku (behavior) dan kelihatannya tidak bisa dibalik…imprinting tidak bisa dilupakan alis melekat. Semakin maju, Lorenz juga mengobservasi tingkatan yang lainnya seperti halnya perilaku instingtif yang mengacu pada perilaku pengenalan yang ahirnya disebut dengan “Fixed-Action Patterns”. Perilaku yang terakhir ini tidak aktif sampai akhirnya dipicu pada suatu waktu tertentu di dalam critical period. Fixed-Action Patterns tidak bisa dipelajari tetapi terprogram secara genetik dan hal ini dengan sendirinya sudah menjadi proses dari seleksi alamiah.
.
Nah….terlepas dari observasi ini dilakukan dalam dunia fauna, Critical Perio diatas mengingatkanku terhadap istilah “Golden Age” dalam tahap perkembangan anak diantara rentang 0 sampai 8 tahun. Di rantang tahun-tahun tersebut otak anak berfungsi seperti potongan busa dimana mereka akan sangat mudah untuk menyerap segala hal yang mereka amati dan alami, terlebih lagi yang mereka sukai. Jika dikaitkan dengan yang dibahas di atas, proses imprinting rasanya bias juga disematkan dimana proses proses pembelajaran mereka meliputi proses mengadopsi mentah-mentah apa yang mereka alami dan perhatikan dalam keseharian. Sekali lagi semua ini terlepas antara baik buruknya yang mereka tiru karena perkembangan mental mereka yang masih belum stabil.. Nah…sekarang silahkan dilihat lingkungan seperti apa dimana mereka tinggal dan bagaimana anda mengharapkan mereka berkembang.
.
Omong-omong…proses imprinting yang sangat terasa dari pengalamanku pribadi adalah waktu belajar komputer. Waktu SMP/SMA…kuhabiskan waktu berjam-jam ke rental komputer (jamannya belum ada sekat antara  komputer) dan kubiarkan mataku lirik kanan dan kiri untuk melihat orang lain mengoperasikan program komputer…dan kutiru…hasilnya…not bad-lah….daripada kursus komputer yang mahal untuk kantongku masa itu….proses imprinting kayaknya berhasil. Kembali ke duni kerja, menerapkan contoh yang baik untuk ditiru itulah salah satu yang bias dilakukan seorang atasan dengan harapan apa yang dilakukan akan terefleksi kepada kinerja bawahannya, dan bagaimana bawahan melihat atasannya dalam keseharian bisa menciptakan bentuk kerja yang dikehendaki. So…jadilah alat media peniru yang baik

.

.

Kang Danu

Tbk.Pcm.e20180113.21:20

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.