DULU…SEKARANG…NANTI

DULU…SEKARANG…NANTI

.

.

Hampir 2 jam sore tadi kuhabiskan waktuku untuk mendengarkan seorang bapak-bapak yang tidak tahu dari mana tiba-tiba membicarakan masalah rumah tangganya di kucingan. Dari rahasia A sampai rahasia B….dari keuangan sampai hutang yang ditanggungnya…dan yang paling penting adalah hubungannya dengan anaknya yang baru kelas 2 SD.

.

Dan 2 jam inipun aku belajar lebih banyak dari yang sudah-sudah tentang dinamika hidup manusia yang bahagia dan juga nestapa yang saling beradu untuk menghantam tiap manusia yang berdiri di ujung tebing yang disebut ‘menjalani kehidupan”. satu yang bisa kupahami dari semua unek-unek yang keluar tanpa diundang adalah bapak ini butuh teman bicara…butuh teman untuk sekedar menumpahkan semua yang sedang mengganjal di dadanya.

.

Tentu saja sebagai orang luar aku tidak bisa mengambil suatu keputusan maupun saran yang muluk-muluk..terlebih aku sendiri juga belum berkeluarga…namun aku tahu dan paham kenapa aku “berada” di kucingan hari ini…karena aku harus membuka luka lama dan juga sedikit berbagi dengan bapak ini. Mungkin masalah utamanya tidak bisa kuceritakan disini..namun garis besarnya apa yang dia alami saat ini sama persis dengan aku ketika kecil….bedanya dia mengalaminya dalam sudut pandang seorang laki-laki dan seorang ayah….dan aku mengalaminya dalam sudut pandang sebagai seorang anak tunggal yang kebetulan sama dengan posisi anak-nya bapak ini. Dan ditengah-tengah kegalauannya…aku hanya bisa berbagi tentang kemungkinan apa saja yang mungkin bisa terjadi dengan anaknya karena faktanya sebagai orang tua…kadang mereka tidak melihat apa yang lepas dari tangan mereka…dan apa yang dialami seorang anak…dan mau tidak mau memang kubagikan sekelumit cerita hidupku agar bapak ini tidak terlarut…namun tetap fokus terhadap apapun juga yang bisa mempengaruhi anaknya…dan kelihatannya dia paham apa yang kumaksudkan.

.

seperti itulah….dalam keseharian kita memang terkondisikan untuk menyimpan rapat-rapat semua kenangan pahit yang kita alami di masa lalu…dimana kita menanamkan kuat kuat di otak kita agar tidak sedikitpun mengungkit-ungkit masalah itu kembali dan sebisa mungkin untuk membuangnya jauh-jauh ke dalam lubuk hati. Namun, disisi yang berlawanan aku kadang malah menganggap semua kenangan pahit yang kita alami adalah batu bata yang membentuk diri kita saat ini…entah sebagai individu pembenci, penyayang, pengasih, pendendam, pengampun dan banyak lagi. Dan yang kupahami bertahun tahun adalah mencoba menerima semua kenangan pahit tersebut,pengalaman tidak mengenakkan tersebut dan akhirnya merelakannya sebagai bagian dari diri kita…bagian dari kesalahan kita…bagian dari masa-masa kelam kita…toh nyatanya jika kita bisa menerimanya…kita bisa menjadi lebih baik dari masa yang sudah-sudah. Cobalah untuk melihat bagaimana kita dulu…dan kita sekarang…lihatlah landasan kita berdiri sekarang adakah yang dilandasi dari kenangan dan pengalaman pahit di masa lampau…entah bagian dimana membuat anda semakin kokoh berdiri…semakin mantap berlari…ataupun semakin memahami arti dari penderitaan yang telah kita lewati. Dan aku juga percaya bahwa tidak ada manusia satupun di dunia ini yang terlepas dari pengalaman tidak mengenakkan..pengalaman memalukan…atapupun pengalaman yang membuat kita runtuh lantak. Dan ada juga beberapa yang begitu terjepitnya sehingga berpikiran bahwa keluar dari lembaran hidup ini menjadi jalan satu-satunya.

.

Dan seperti sore inipun juga…aku tahu bahwa kenangan pahitku sebenarnya bisa sedikit membantu apa yang dialami sang bapak ini…karena aku sudah mengalaminya, sedangkan bapak ini sedang berada di tengah-tengah badai yang menerpanya…Dan seperti itu juga aku jadi berpikir bahwa semua yang kita alami..entah baik dan buruk di masa lampau kadang memang menampakkan pesan tersembunyi di lain waktu…kadang yang kita alami dulu baru kita lihat maksudnya bertahun-tahun kemudian. Dan disaat kita dihantam masalah seperti ini…memang pikiran kita sebagai manusia kadang begitu ributnya dengan semua tekanan yangmembuat kita tidak bisa berpikiran jernih…dan disinilah peran orang lain kelihatannya menjadi nyata…sebagai orang untuk bersandar..sebagai teman yang menerima keluh kesah tanpa menilai…dan murni sebagai individu yang mau mendengarkan…karena faktanya kadang yang mereka butuhkan hanyalah seseorang ada di sana ketika mereka melalui masa-masa sulit tersebut. Dan jika pengalaman pahit anda akan membantu…kenapa tidak kita buka dan berbagi…tidak ada salahnya. Memang..pedih rasanya untuk membuka luka lama…namun sepadan jika kita bisa melihat individu lain agar tidak mengalami apa yang kita alami..apa yang orang lain alami. tentu saja penerimaan mereka akan sangat beragam, namun itu tidak menutup kenyataan bahwa mereka membutuhkan orang untuk berbagi…diakui ataupun tidak diakui oleh individu tersebut.

.

Seperti yang kubilang tadi..bahwa apapun yang kita alami..kita jalani di masa lampau entah buruk atau jelek..kadang kita tahu di kemudian hari…dan kadang hal tersebut terikat dengan orang lain secar langusng dan tidak langsung. Coba pikr kembali apa yang anda alami di masa lampau yang anda pahami sekarang…kalau dulu tidak dipecat…sekarang tidak mungkin bekerja disini….kalau dulu tidak bertemu dengan si A, sekarang pasti tidak seperti ini….kalau dulu jadi berbuat itu, sekarang pasti akan jadi begini…..dan begitu banyak yang dulunya kalau tidak bla bla bla….sekarang pastinya bla bla bla. Termasuk juga pengalaman pahit anda yang kadang memang perlu anda bagikan…jadi berbesar hatilah.

.

.

Kang Danu

Edited.TBK.20171107.19:55

Leave a Reply

Your email address will not be published.