TEMPATMU HANYALAH SEPETAK KECIL SAJA DI HATIKU

.

Aku mau mengatakan padamu sekali ini saja

Dan janganlah paksa diri ini untuk mengatakan lagi

Karna sekali ini lebih dari jutaan kali

Dan engkau hanya butuh sekali saja untuk mendulang ini

.

Memang, kaulah sang pasangan

Yang takkan hilang walaupun kalang menghadang

Karna kaulah diriku jadi kepingan utuh

Dan karna kaulah laraku jadi diam membeku

.

Tapi, jika kau tanya siapakah dirimu

Dan dimanakah tempatmu di hatiku

Akan kujawab dan kuharap kau dengar dengan jiwamu

Bahwa kau hidup di dalam sejengkal petak kecil di hatiku

.

Aku tak bisa memberikan tempat lapang padamu

Karna terlalu banyak yang mengisi hatiku

Karna mereka juga menorehkan bingkai-bingkai cerita

Karna itu tak bisa kuhapuskan begitu saja

.

Tempatmu hanyalah sejengkal petak kecil di hatiku

Dan kuminta engkau untuk tidak menggerutu

Jika hanya itulah yang bisa kusisihkan

Diantara ramainya mereka yang melintas di hatiku

.

Berilah aku sedikit senyummu

Karna telah kusisihkan sejengkal petak kecil itu

Bisakah kuminta engkau untuk mengerti itu

Karna memang tak bisa kupaksakan hatiku

.

Diantara mereka yang tinggal di hatiku

Dan memang engkaulah yang menempati sejengkal petak kecil itu

Bisakah kuharap kau untuk mendengarkan kataku

Karna itulah sejengkal petak kecil TERINDAH di hatiku

.

.

Kang Danu

Samarinda.kost.18.09.06.09:43

DULU…SEKARANG…NANTI

DULU…SEKARANG…NANTI

.

.

Hampir 2 jam sore tadi kuhabiskan waktuku untuk mendengarkan seorang bapak-bapak yang tidak tahu dari mana tiba-tiba membicarakan masalah rumah tangganya di kucingan. Dari rahasia A sampai rahasia B….dari keuangan sampai hutang yang ditanggungnya…dan yang paling penting adalah hubungannya dengan anaknya yang baru kelas 2 SD.

.

Dan 2 jam inipun aku belajar lebih banyak dari yang sudah-sudah tentang dinamika hidup manusia yang bahagia dan juga nestapa yang saling beradu untuk menghantam tiap manusia yang berdiri di ujung tebing yang disebut ‘menjalani kehidupan”. satu yang bisa kupahami dari semua unek-unek yang keluar tanpa diundang adalah bapak ini butuh teman bicara…butuh teman untuk sekedar menumpahkan semua yang sedang mengganjal di dadanya.

.

Tentu saja sebagai orang luar aku tidak bisa mengambil suatu keputusan maupun saran yang muluk-muluk..terlebih aku sendiri juga belum berkeluarga…namun aku tahu dan paham kenapa aku “berada” di kucingan hari ini…karena aku harus membuka luka lama dan juga sedikit berbagi dengan bapak ini. Mungkin masalah utamanya tidak bisa kuceritakan disini..namun garis besarnya apa yang dia alami saat ini sama persis dengan aku ketika kecil….bedanya dia mengalaminya dalam sudut pandang seorang laki-laki dan seorang ayah….dan aku mengalaminya dalam sudut pandang sebagai seorang anak tunggal yang kebetulan sama dengan posisi anak-nya bapak ini. Dan ditengah-tengah kegalauannya…aku hanya bisa berbagi tentang kemungkinan apa saja yang mungkin bisa terjadi dengan anaknya karena faktanya sebagai orang tua…kadang mereka tidak melihat apa yang lepas dari tangan mereka…dan apa yang dialami seorang anak…dan mau tidak mau memang kubagikan sekelumit cerita hidupku agar bapak ini tidak terlarut…namun tetap fokus terhadap apapun juga yang bisa mempengaruhi anaknya…dan kelihatannya dia paham apa yang kumaksudkan.

.

seperti itulah….dalam keseharian kita memang terkondisikan untuk menyimpan rapat-rapat semua kenangan pahit yang kita alami di masa lalu…dimana kita menanamkan kuat kuat di otak kita agar tidak sedikitpun mengungkit-ungkit masalah itu kembali dan sebisa mungkin untuk membuangnya jauh-jauh ke dalam lubuk hati. Namun, disisi yang berlawanan aku kadang malah menganggap semua kenangan pahit yang kita alami adalah batu bata yang membentuk diri kita saat ini…entah sebagai individu pembenci, penyayang, pengasih, pendendam, pengampun dan banyak lagi. Dan yang kupahami bertahun tahun adalah mencoba menerima semua kenangan pahit tersebut,pengalaman tidak mengenakkan tersebut dan akhirnya merelakannya sebagai bagian dari diri kita…bagian dari kesalahan kita…bagian dari masa-masa kelam kita…toh nyatanya jika kita bisa menerimanya…kita bisa menjadi lebih baik dari masa yang sudah-sudah. Cobalah untuk melihat bagaimana kita dulu…dan kita sekarang…lihatlah landasan kita berdiri sekarang adakah yang dilandasi dari kenangan dan pengalaman pahit di masa lampau…entah bagian dimana membuat anda semakin kokoh berdiri…semakin mantap berlari…ataupun semakin memahami arti dari penderitaan yang telah kita lewati. Dan aku juga percaya bahwa tidak ada manusia satupun di dunia ini yang terlepas dari pengalaman tidak mengenakkan..pengalaman memalukan…atapupun pengalaman yang membuat kita runtuh lantak. Dan ada juga beberapa yang begitu terjepitnya sehingga berpikiran bahwa keluar dari lembaran hidup ini menjadi jalan satu-satunya.

.

Dan seperti sore inipun juga…aku tahu bahwa kenangan pahitku sebenarnya bisa sedikit membantu apa yang dialami sang bapak ini…karena aku sudah mengalaminya, sedangkan bapak ini sedang berada di tengah-tengah badai yang menerpanya…Dan seperti itu juga aku jadi berpikir bahwa semua yang kita alami..entah baik dan buruk di masa lampau kadang memang menampakkan pesan tersembunyi di lain waktu…kadang yang kita alami dulu baru kita lihat maksudnya bertahun-tahun kemudian. Dan disaat kita dihantam masalah seperti ini…memang pikiran kita sebagai manusia kadang begitu ributnya dengan semua tekanan yangmembuat kita tidak bisa berpikiran jernih…dan disinilah peran orang lain kelihatannya menjadi nyata…sebagai orang untuk bersandar..sebagai teman yang menerima keluh kesah tanpa menilai…dan murni sebagai individu yang mau mendengarkan…karena faktanya kadang yang mereka butuhkan hanyalah seseorang ada di sana ketika mereka melalui masa-masa sulit tersebut. Dan jika pengalaman pahit anda akan membantu…kenapa tidak kita buka dan berbagi…tidak ada salahnya. Memang..pedih rasanya untuk membuka luka lama…namun sepadan jika kita bisa melihat individu lain agar tidak mengalami apa yang kita alami..apa yang orang lain alami. tentu saja penerimaan mereka akan sangat beragam, namun itu tidak menutup kenyataan bahwa mereka membutuhkan orang untuk berbagi…diakui ataupun tidak diakui oleh individu tersebut.

.

Seperti yang kubilang tadi..bahwa apapun yang kita alami..kita jalani di masa lampau entah buruk atau jelek..kadang kita tahu di kemudian hari…dan kadang hal tersebut terikat dengan orang lain secar langusng dan tidak langsung. Coba pikr kembali apa yang anda alami di masa lampau yang anda pahami sekarang…kalau dulu tidak dipecat…sekarang tidak mungkin bekerja disini….kalau dulu tidak bertemu dengan si A, sekarang pasti tidak seperti ini….kalau dulu jadi berbuat itu, sekarang pasti akan jadi begini…..dan begitu banyak yang dulunya kalau tidak bla bla bla….sekarang pastinya bla bla bla. Termasuk juga pengalaman pahit anda yang kadang memang perlu anda bagikan…jadi berbesar hatilah.

.

.

Kang Danu

Edited.TBK.20171107.19:55

JANGAN-JANGAN

(suatu malam di Jakarta)

.

Pulang kerja ya seperti biasa belakangan ini jalan kaki. Sembari menghitung langkah kaki, mata tidak berhenti berganti pandangan ke kanan dan kekiri sekedar mengulangi pemandangan yang sebenanrya sudah ratusan kali kulewati. Dengan waktu yang menginjak jam 8-an malam, jumlah orang orang yang tadinya padat di area ini dapat dipastikan berangsung-angsur menghilang, kecuali barisan manusia-manusia kayak di pintu mall belakang sana yang sedang mengantri taxi. Sedangkan sepanjang trotoar di depanku kosong…walaupun tidak bisa dibilang melompong.

.

Diantara rindangnya pohon dan bayangan ranting-rantingnya yang jatuh ke trotoar karena sorotan lampu-lampu hias yang menyambut 17an kemarin, kulihat sesosok yang berjalan arah berpapasan denganku. Semakin lama semakin dekat jarak antara diriku dan orang yang di depan sana. Secara garis besar bisa digambarkan dengan kata: pendatang?…kalau kubilang pendatang maksudnya adalah karena kulihat tipikal yang sama ketika aku dulu di samarinda, balikpapan ataupun batam ketika malam minggu menjelang.

.

Dan sosok itu juga memiliki karakteristik yang tidak jauh berbeda…kaos yang dimasukkan ke dalam celana panjang jeans-nya ditambah lagi dengan jaket berbahan jeans. Dilehernya terkaling sebuah scraft atau apa, aku tidak terlalu memperhatikan. Dipingganggnya melilit sebuah tas kecil dan ada sebuah earphone yang menyambung ke HP yag dipegangnya. Pokoknya rapi jali tanpa kompromi. Oh ya…rambutnya agak panjang. Jujur saja….penampilan seperti itu mengingatkanku pada preman-preman terminal dengan potongan muleet-nya..alias tipis samping..panjang belakang.

.

Dan karena itulah, maka ada perasaan sedikit panik ketika aku menggeserkan langkah kakiku ke sebelah kiri trotoar, dari kejauhan dia juga mengarah ke sisi kiri….sedangkan ketika kulangkahkan ke kanan…dianya ikut kekanan. Jangan-jangan….jangan-jangan……… Otakku sudah membuat peta jalan 3 dimensi mana kanan—mana kiri…kalau perlu lari (beneran bro). Kalau di film-film…mungkin peta digital sudah ada tanda-tanda markernya…sedangkan tas sudah lebih berpidah ke depan dada..yang tadinya di samping badan…dan kalau dipikir pikir…kurang dari 100 meter kedepan ada pos security yang kutahu pasti ada securitinya. Tapi karena bayangan ranting yang luayan padat…jadi wajahnya tidak terlalu jelas.

.

Kanan..ikut kanan..kiri…ikut kiri…dan makin lama makin dekat sampai akhinya tinggal 1 meter kita hadap-hadapan sampai bisa memastikan celana dan jaket bahan jeans-nya. Entah maunya apa nih orang..pokoknya siap-siap…yang kemudian dibuka dengan;

.

Mas, mau tanya…kalau daerah widya tama di mana ya?…saya sudah cari dari siang tadi gak ketemu…cari teman cuman ditelepon kok gak bisa bisa..

 

Ya ampun….orang cari alamat tho….tapi tetap saja pikiran belum tenang…mata masih men-scan sekitar..jangan jangan ada temannya yang tiba-tiba muncul dari semak semak sebelah kiri…atau apalah…intinya tetap harus men-set kaki untuk jurus kaki seribu…maklum…gak jago kelahi…dan lagi gak bawa jampi-jampi hahahahaha. Tapi setelah beberapa saat dengan pertanyaanku untuk coba telepon temannya yang terus tidak bisa dihubungi, dan juga sudah tanya security di depan sana yang katanya hanya menyuruh masuk ke dalam saja tanpa penjelasan yang lumayan jelas…akhirnya memang keputusannya “cari alamat”….lagian mukanya sudah lumayan nelongso banget…cari alamat temannya gak ketemu-ketemu.

.

Mungkin paranoid…iya…mungkin berprasangka….iya…pokoknya tidak kupungkiri kalau sedang jalan bawaannya waspada gak ketulungan…trauma dulu kuliah kena copet hilang 300 ribu. Kalau orang bilang “don’t judge book by its cover” yang diaplikasikan untuk tidak menilai orang dari penampilannya….untukku sih ‘WHY NOT??”….kalau kita mau lihat dalamnya….sense pertama kali yang kita pakai khan mata..so..WHY NOT…apalagi kalau bukunya diplastik-in..pasti sulit tahu dalamnya kalau gak terpaksa kita beli karena judulnya menarik…atau covernya mengundang mata…seperti waktu di singapura beli buku 365 kamasurta yang diplastik yang kukira seperti sejarahnya kamasutra seperti edisi keluaran gramedia…tahunya..365 photo. …terlebih–lebih jaman sekarang…tidak ada salahnya kita untuk curiga terlebih dahulu…intinya kita waspada untuk hal-hal yang terburuk baru sejalan dengan proses kita akan tahu gimana lapisa-lapisan dalamnya. Tidak semua orang necis itu baik…dan tidak semua bajingan itu tidak bisa berbuat baik…tapi untuk keduanya tetap kita perlu mawas diri. Terlebih lagi di kota besar dimana orang-makan-orang (kiasan bro…) tidak ada salahnya untuk memiliki standar seberapa jauh kita membatasi diri dengan orang lain dan tahu benar benar dianya untuk kita anggap sebagai teman..sahabat…atau orang yang bisa kita percayai.

.

Seperti orang yang tadi kutemui…batasanku ya sederhana…ketika dia tidak menunjukkan gelagat aneh…tangan tidak didalam saku (siapa tahu pegang senjata tajam atau lainnya), asli kelihatan bingung gak tahu kemana, dan terlebih lagi tidak ada orang lain yang tiba-tiba datang mengerumuni…di lain pihak..aku juga tahu daerah situ dan kemana harus pergi kalau ada sesuatu. Dan akhinya..kuarahkan dia ke lokasi yang dia maksud setelah berkonsultasi dengan temanku lewat telepon. Dan kulanjutkan lagi perjalanan pulang sembari berharap nih orang ketemu alamat yang dituju…tapi tetap tak lupa konsentrasiku tetap 100% disekitarku..sampai nantinya sudah buka pintu kamar kos…selamettttttt.

.

.

Kang Danu

Jk.19.8.14.21:40