APAKAH KAMU PERCAYA CINTA PADA PANDANGAN PERTAMA?

.

Dulu…jatuh cinta dan pengetahuan mungkin lebar terpisah. Pengetahuan itu dingin, keras dan objective…sedangkan cinta itu hangat, lembut dan misterius. Namun beberapa dekade belakangan telah ada perkembangan dalam pengetahuan seperti halnya psychologi dan neurochemistry untuk mengetahui tentang roman dan ketertatikan dan apa yang perlu ada untuk adanya hubungan yang menyenangkan. Seperti halnya penelitian yang dibuat oleh Helmut Lamm dan Ulrich Weissmann tentang cinta. Nah di bawah ini kucoba rangkumkan apa yang aku baca dari 2 orang jerman tersebut dengan bahasaku ya…(maaf kalau mungkin agak aneh karena aku gak nemu kalimat indonesianya yang cocok kadang-kadang)

….

Apakah cinta pada pandangan pertama itu benar-benar ada? Beberapa peneliti telah mengatakan bahwa masing-masing dari kita membawa dalam pikiran kita tentanga apakah “Love Map” (LM) itu, sebuah cetakan yang kita gunakan untuk menilai orang lain. Pembangunan peta ini mulai dari masa kecil dan terus berlanjut terus sampai saatnya anda membentuk sebuah ide dari apa yang anda pandang menarik. Ketika anda bertemu dengan sesorang yang cocok dengan LM anda, tubuh anda akan merespon dengan mengirimkan sebuah aliran hormon. Persis dengan effek dari “amphetamines” (salah satu dasar pembuat narkoba), sebuah hormon yang disebut dengan “phenylethy-lamine” (PEA) akan secara otomatis menaikkan mood anda. Dalam beberapa menit berada dekat dengan orang yang sesuai dengan LM anda, detak hantung akan meningkat yang menyebabkan naiknya tekanan darah. Anda akan bernafas lebih cepat dan permukaan kulit yang cenderung memerah (berseri) karena meningkatnya aliran darah yang biasanya terlihat di area pipi yang merona. Dan pelepasan dari andrenaline dan nonandrenaline akan menyebabkan permukaan tangan menjadi berkeringat dan mungkin agak gemetar. Ketika di puncaknya dari rasa suka (dan tendensi ke arah arousal), lingkaran mata anda akan membesar dan otot cenderung lebih kencang. Anda akan duduk dalam posisi lebih tegap dan secara otomatis akan membusungkan dada….macam ayam jago kayaknya.

.

Pelepasan zat kimia ini bisa dibandingkan ketika anda mabuk. Dan ketika individu tersebut pergi dari samping anda, akan memerlukan beberapa waktu sebelum akhirnya mood tubuh anda kembali ke kondisi normal. Persis seperti obat-obatan yang lain, biasanya effek pengurangan ini tidak menyenangkan, dan menyebabkan anda menjadi gugup dan penasaran untuk kembali kepada posisi dari rasa senang tersebut. Dan ini yang anda kejar ketika lanjut ke proses pertemuan kedua….dan perasaan “nagih” ini akan berlanjut ke pertemuan-pertemuan berikutnya. Anda selalu memikirkan si dia. Untuk kebanyakan orang, proses ini tidak langsung terjadi pada pertemuan pertama, tetapi  bekerja secara berurutan dan terkumpul lama kelamaan. Pelepasa hormon tersebut akan semakin meningkat tiap kali anda bertemu dengan orang tersebut, seperti layaknya naik dan turun bukit yang curam. Tiap kali anda berpisah dari individu tersebut, anda akan semakin merasa kehilangan dan kangen dengan dia….dan pada waktunya anda akan bilang “wow..kayaknya gue jatuh cinta nih”.

 

Secara statistik:

  • 54% wanita dan 63% laki-laki percaya akan adanya cinta pada padangan pertama
  • Cowok punya tendensi untuk jatuh cinta lebih cepat daripada wanita, dengan 25% laki-laki “jatuhcinta” pada kencan ke empat, dibandingkan 15% pada wanita
  • Secara rata-rata,memerlukan 12 kali utuk laki-laki dan 20 kali pada perempuan untuk berkencan sebelum akhirnya mereka memutuskan “jatuh cinta” dan menyadari bahwa hubungan mereka secara menjadi resmi.

.

Sedangkan tingkatannya keseriusan dari hubungan bisa dilihat dari teori segitiga cinta (bukan cinta segi tiga lho)…bahwa Cinta memiliki 3  bumbu yang harus dilihat

  • INTIMACY (Intim) : saling menyukai satu dengan lainnya, berbagi kisa-kisah pribadi dan mulai terikat. Suatu perkembangan emosional yang pelan-pelan berkembang seperti layaknya dalam pertemanan
  • PASSION (Kasih): Ketertarikan secara fisik dan seksual. Sebuah perkembangan kecanduan secara instan dan cepat dan juga rasa senang berada dekat dengan pasangan. Biasanya perasaan kecanduan ini tinggi di bagian awal suatu hubungan, NAMUN pelan pelan turun seiring berjalannya waktu dari tahun-ke tahun menuju ke level stabil.
  • COMMITMENT (Komitmen) – sebuah devosi yang stabil dan bisa diandalkan satu sama lainnya. Sebuah perkembangan keputusan yang pelan pelan untuk tetap berada di sampingnya sampai ketika waktu susah sekalipun.

.

Nah itu yang saya coba bagikan….jadi kalau anda bilang tidak pernah mabuk…ya dicoba tanyakan lagi…siapa tahu anda malah mabuk cinta daripada mabuk alkohol…..dan mungkin kebanyakan hubungan mahluk-mahluk yang sering nongol di TV dan disebut figur masyarakat itu hanya sedangkal bumbu jengkok ke 2 saja…PASSION….jadi ketika apinya hilang….cari yang lebih seger..lebih muda…lebih tajir…biar bisa mabuk-mabukan lagi.

 

Kang Danu

Tbk.20170215.

Leave a Reply

Your email address will not be published.